Jenis - Jenis Screen Sablon

Berdasar tingkat kerapatan kainnya, jenis screen sablon terbagi menjadi tiga kategori, yaitu kasar, sedang dan halus. Berikut penjelasannya:

1. Screen Kasar


Jenis screen yang pertama ini punya pori-pori kain paling besar. Jadi, tinta yang menempel ke medianya pun akan lebih tebal.

Pilih jenis screen kasar kalau kamu mau menyablon dengan tinta waterbase, contohnya sablon rubber.

Rentang ukuran screen kasar antara 48T – 90T.

Rekomendasi penggunaan:
  • 48T – 55T → handuk,
  • 62T → kaos,
  • 77T → spanduk,
  • 90T → flat rubber.
2. Screen Sedang


Kemudian jenis screen yang kedua tingkat kerapatannya agak lebih tinggi. Cocok buat menyablon di media yang tidak terlalu menyerap air, misalnya kulit imitasi. Screen sedang ini memiliki rentang kerapatan 120T – 150T.

Rekomendasi penggunaan:
  • 120T → kertas karton, kulit imitasi,
  • 150T → kertas Hawai, mika.
3. Screen Halus


Yang terakhir yaitu screen sablon halus. Sesuai namanya, tingkat kerapatan jenis ketiga ini paling tinggi. Dengan begitu tinta yang menempel ke media cetak tidak terlalu tebal.

Kamu sebaiknya menggunakan screen halus kalau mau menggunakan tinta berbasis minyak seperti sablon plastisol. Rentang kerapatannya 165T – 200T.

Rekomendasi penggunaan:
  • 165T → plastik, kaca,
  • 180T → media yang teksturnya halus,
  • 200T → khusus buat teknik raster.
Raster adalah teknik sablon dengan menggabungkan warna CMYK (separasi).
Share:

Mengenal Screen Sablon

Belajar sablon yuk! Pahami pengertian screen sablon, kegunaannya, jenis-jenis screen, serta bagaimana cara melakukan proses afdruk.


Screen sablon merupakan elemen paling krusial dalam proses penyablonan manual.

Pemilihan screen yang tepat menentukan apakah hasil sablon bagus atau tidak. Pasalnya setiap media cetak butuh jenis screen yang berbeda-beda. Nah, buat kamu yang baru belajar nyablon, artikel kali ini akan membantu menjelaskan apa itu screen, fungsi dan jenis-jenisnya, Mari simak ulasan lengkapnya.

Apa Itu Screen Sablon?

Screen sablon adalah satu set alat untuk mentransfer tinta sablon ke media cetaknya. Setelah proses afdruk, screen akan menjadi master cetakan.

Di akhir akan ada penjelasan khusus soal afdruk dan langkah-langkahnya, jadi simak terus sampai selesai. Fungsi screen sablon sendiri yaitu menyaring tinta melalui celah kain untuk menentukan seberapa banyak tinta yang turun.

Itulah alasan kain screen punya banyak tipe dengan macam-macam ukuran serta tingkat kerapatan. Sebagai gambaran coba lihat bagian dan susunan screen.

Bagian-Bagian Screen Sablon

Satu set screen untuk menyablon terdiri dari dua bagian, yaitu:

  • bingkai dari kayu,
  • screen dari jenis kain tertentu.

Bingkai punya banyak variasi ukuran dan berfungsi merentangkan kain sampai benar-benar kencang dan datar.

Ukuran Screen Sablon

Sebelum membahas jenis-jenisnya, ketahui ukuran bingkai dan kerapatan kain screen. 

Secara umum di pasaran kamu bisa membeli bingkai yang ukurannya 20 x 30 cm sampai 40 x 60 cm atau lebih besar. 

Ini tergantung seberapa besar desain yang mau kamu sablon, menghitung ukurannya hanya area bagian dalam bingkai , ya.


Sementara itu, ukuran screen ditentukan dari tingkat kerapatan kain atau anyaman di setiap cm persegi. Dalam sablon, itu menggunakan istilah Thick (T).

Apa sih bedanya Thick (T) dan Mesh (M)? T menggunakan kerapatan per cm persegi sedangkan M per inci persegi. Kode M lebih familier di Eropa.

Sebagai contoh, screen dengan kode 20 x 30 T150 berarti memiliki panjang 30 cm, lebar 20 cm dan kerapatan 150 per cm persegi.

Pertanyaan selanjutnya, apakah harga screen sablon mahal? 

Harga semakin mahal jika ukuran bingkai semakin besar dan tingkat kerapatan kainnya tinggi. Di marketplace harganya mulai 20 ribuan sampai ratusan ribu. Ingat juga bahwa setiap jenis tinta dan permukaan media cetak harus pakai screen yang cocok. Maka dari itu kamu harus tahu apa saja jenis screen.

Jenis jenis screen kita bahas di postingan berikutnya.
Share:

Jualan Font


Jualan Font – Salah satu peluang usaha online yang jarang orang ketahui adalah peluang untuk jualan font. Kedengarannya memang sebuah peluang usaha yang aneh, bila tidak bergelut dalam dunia kreatif. Akan tetapi, sebenarnya ini adalah salah satu peluang usaha yang unik, cuannya besar, tetapi memang membutuhkan kreativitas yang tinggi serta kerja sama tim yang apik.

Nah, pada postingan kali ini, akan saya bagikan bagaimana sih cara jualan font sebagai salah satu peluang usaha online yang sangat menjanjikan?

1. Apa Itu Font?

Font itu adalah sekumpulan huruf. Jadi, ketika kita mengetik itu ada huruf-huruf dari A-Z, ada angka, ada simbol-simbol seperti (@#$&+_) dan seterusnya. Nah, itulah yang dinamakan font. Dan bisnis ini adalah bagaimana membuat huruf-huruf digital tersebut kemudian dibisniskan.

Menarik, kan?

2. Jenis-Jenis Font

Font memiliki jenis-jenis yang sangat banyak. Untuk memahaminya, silakan baa informasi pada bagian postingan Klasifikasi Font dalam Tipografi.

3. Potensi Bisnis Font

Dalam berbisnis font, potensinya cukup besar. Bahkan terbilang sangat besar, karena faktornya adalah faktor kali. Misalkan, satu font dijual seharga Rp150.000. Kemudian kita jual di marketplace luar negeri dan kita target yang membelinya adalah 500 pembeli, maka sudah berapa?

Nah, karena formatnya adalah produk digital, jadi potensinya tak terbatas, karena bisa dijual dan di-update hingga kapan pun. Tak seperti template website atau theme website, yang harus di-update secara berkala dan harus ada after sales-nya, untuk berjualan font cenderung cukup membuat barangnya sekali, lalu akan bisa dijual berkali-kali.

4. Bagaimana Cara Membuatnya?

Nah, lalu bagaimana cara membuat font? Sudah banyak tutorial yang beredar di YouTube. Silakan akses beberapa tempat belajar bikin font yang saya rekomendasikan.


5. Bagaimana Cara Menjualnya?

A. Marketplace Aset Digital
Cara menjual font salah satunya dan yang paling banyak dipakai oleh para pembuat dan pengembang font adalah dengan menjualnya di berbagai marketplace aset digital untuk industri kreatif, seperti:
  • Creative Market
  • Creative Fabrica
  • Envato Elements
  • So Fonts
  • Font Bundles
  • Crella
  • The Hungry Jpeg
  • Mighty Deals
  • PlaceIt
  • Silhouette
B. Website Pribadi
Bisa juga dijual di website pribadi. Beberapa contoh website yang menjual karya font-nya sendiri adalah misalkan berikut ini:
Dalam membuat website untuk jualan font, bisa menggunakan theme khusus dengan engine wordpress yang memang digunakan untuk jualan font seperti WPtypeface atau kalau mau versi yang lebih murah dengan fitur yang sama dan bahkan lebih lengkap, bisa menggunakan LarisDigital.

6. Di Mana Saja Promosinya?

Agar memiliki traffic yang tinggi dan terjadi penjualan yang banyak, maka harus dilakukan juga serangkaian promosi. Lakukan promosi di beberapa tempat berikut:
  • Pinterest
  • Dribble
  • Behance
  • Gumroad
  • Social Media
  • Dafont
  • Fontspace
  • Pixelify
  • 1001font
  • 1001FreeFont
Dan semua web untuk mengunduh free font di Google. Intinya sih, caranya adalah dengan memberikan free font-nya dulu. Jadi, memberikan versi font, tapi nggak lengkap. Misalkan hanya huruf sampai A-Z saja, tidak dengan angka dan simbol-simbol lengkapnya. Lalu, setelah tertarik, kemudian diarahkan ke link pembelian yang lebih lengkap di marketplace atau website pribadi.

7. Menjadi Cukong Bisnis Font

Maksud dari menjadi cukong bisnis font adalah dengan menjadikannya bisnis dan tersistem. Dengan kata lain, kita nggak akan bisa meraih hasil yang luar biasaya banyaknya kalau hanya dikerjakan sendiri. Misalkan, dari mulai bikin fontnya, bikin preview-nya, terus di-upload, melakukan promosi, dan sebagainya. Akan sangat memakan waktu.

Itulah mengapa, beberapa orang kreatif, lebih memilih untuk menjadi cukongnya alias bosnya. Yakni dengan cara merektrut tim.

A. Tim yang Dibutuhkan
Apa saja tim yang dibutuhkan untuk membuat kerajaan bisnis font atau cukong bisnis font?
  • Font Sketcher. Tugasnya adalah membuat font dari sketsanya saja.
  • Font Designer. Tugasnya adalah menjadikan sketsa tadi menjadi format font, seperti otf, ttf, dan woff. Intinya mengolah sketsa menjadi font. Akan tetapi, ada juga yang Font Designer ini sekaligus Font Sketcher.
  • Font Preview Designer. Tugasnya adalah menjadikan font yang sudah jadi tadi untuk dibuat preview-nya. Ini juga termasuk tugas yang berat, karena harus bisa merasakan feel dari jenis font tersebut, dan preview-nya disesuaikan dengan jenis font tersebut. Kalau jenis fontnya futuristic, ya jangan dibuat feminim preview-nya.
B. Standarisasi Kelengkapan Font
Beberapa cukong bisnis font menyarankan untuk tidak membuat dan menjual font secara lengkap. Hanya yang memang perlu saja. Karena tujuannya bisnis, bukan idealisme atau untuk kesenangan atau kepuasan batin. Masuk akal juga sebenarnya. Lalu, apa saja yang harus dibuat? Standarnya sih begini:
  • Uppercase Letter: huruf besar A-Z
  • Lowercase Letter: huruf kecil a-z
  • Number: nomor 0-9
  • Punctuation: tanda baca yang ada di keyboard, seperti: -_~`!@#$%^&*()+=[]{}|’”;:/?.,><
  • Multilingual: support bahasa lain, tapi standar aja
  • Ligature: konsep penggabungan karakter yang berdekatan supaya enak dilihat. Contoh: tt TT LL ll
  • Stylistic Alternates: tampilan karakter lain dengan style atau variasi yang berbeda dari karakter basic-nya.
  • Stylistic Set: yakni stylistic alternates yang ada dalam satu set
  • Swash: karakter pendukung untuk font yang script
Note: Biasanya, yang memakai ligature dan alternates itu untuk font-font berjenis Script, Serif, dan Display. Kalau font berjenis sans serif, yang formal banget saya jarang pake stylistic alternatesnya. Kalau serif biasanya buat serif yang berbuntut. Untuk lebih jelasnya tentang menjadi cukong bisnis font ini, bisa mengikut webinar dari Stringlabs. Di sana dijelaskan detail banget, termasuk berapa sih harus membayar desainer font untuk satu font.

Akan saya kasih bocoran sedikit, ya. Biaya untuk memesan font.
Junior Font Designer: 250.000-350.000 per font
Senior Font Designer: 700.000-1.500.000 per font
Junior Preview Font Designer: 200.000 per set preview
Senior Preview Font Designer: 400.000 per set preview

Nah, sekarang sudah bisa membayangkan, kan, kalau mau jualan font dan menjadi cukong font berapa biaya yang harus dikeluarkan.

Kalau satu font, biayanya bisa mencapai satu jutaan. Itu pun kalau nemu junior font designer digabung dengan junior preview font designer. Akan tetapi, kalau nemunya yang senior, lebih mahal. Akan tetapi, kualitasnya pasti super duper bagus. Tapi kita ambil rata-rata saja, ya. Untuk modal membuat satu font, berarti sekitar satu jutaan. Tapi, hak sepenuhnya milik kita sebagai cukong, dan bebas kita jual sampai kapan pun. Dengan kata lain, sangat memungkinkan untuk balik modal banget. Bahkan, kalau kita jeli dalam memesan font, misalkan memesan font yang long lasting kegunaannya dan bentuknya sangat-sangat bagus, maka bisa kita cuankan sampai tak terbatas. Modal satu juta hingga tiga juta untuk membuat font, bisa banget untuk dikembangkan hingga menjadi lima puluh atau seratus juta dalam satu tahun.

8. Kisah Sukses Jualan Font

Apakah ada orang Indonesia yang benar-bernar sukses dari berbisnis font? Kalau tak percaya, simak saja artikel ini: Rp1 Miliar Per Huruf. Atau, search saja di YouTube, banyak kok yang sharing soal income dari jualan font tersebut. Salah satu yang menarik adalah dari Rahadi Creative.
Share:

Mengenal Jenis & Fungsi Font

Dalam dunia desain, jenis font dapat mempengaruhi desain yang akan ditampilkan, karena dapat memudahkan dalam penyampaian pesan dan mengungkapkan rasa, pemilihan jenis font yang baik akan membuat audiens tertarik untuk membaca lebih banyak.

Melalui penerapannya, tipografi banyak diaplikasikan dalam media cetak maupun media digital, kali ini kita akan Mengenal Jenis dan Fungsi Font. 

Ada 5 jenis font yang perlu kita kenali yaitu 
  1. Serif
  2. Slab-Serif
  3. Sans-Serif
  4. Script
  5. Decorative 
mari kita bahas satu — persatu.

1. Serif
Font serif adalah sebuah jenis font yang mempunyai kait, mata pancing atau sepatu di setiap ujung nya, dalam dunia typography ini sering disebut sebagai Counterstroke yang berfungsi untuk mempermudah membaca suatu kalimat atau teks.

Serif adalah jenis font yang paling kuno, biasa dipake brand yang menujukkan konsep Royal, Elegant, dan Luxury.
Contoh Brand yang menggunakan Serif : PT. GUDANG GARAM Tbk


2. Slab Serif
Font Slab Serif adalah font yang memiliki sepatu, kait atau mata pancing, yang memberikan kesan seperti tulisan dari mesin ketik. Slab serif merupakan adik dari sans serif, dan banyak juga yang menyebut font ini sebagai serif. Style ini muncul saat mesin tik pertama hadir. Font ini biasa digunakan untuk brand yang ingin terlihat classic, vintage, dan strong


Contoh Brand yang menggunakan Serif : Sony, Honda, dan Vogue


3. Sans Serif
Font Sans serif itu merupakan kebalikan dari font serif. Jika font serif memiliki sepatu, kait atau mata pancing, maka font san serif tidak memilikinya. Font san serif ini memiliki sifat yang lebih tegas dan modern daripada font serif. Font ini biasa digunakan oleh brand yang membawa kesan modern & Visioner.
Contoh Brand yang menggunakan Sans Serif : LinkedIn, FedEx, dan Spotify


4. Script
Font script atau handwriting adalah jenis font yang lebih nampak natural dan elegan. Salah satu ciri yang mencolok dari font script atau handwriting ini adalah seperti tulisan tangan dan kaligrafi. Font ini memiliki ciri khas huruf yang terhubung satu sama lain, font jenis ini menujukkan brand Beauty, Vintage, Retro.

Contoh Brand yang menggunakan Script : Instagram, Coca Cola


5. Decorative
Font Decorative atau disebut sebagai font display dan font ornamental. Jenis font dekoratif memiliki ciri yang tidak beraturan, agak sulit untuk dibaca dan tidak cocok bila digunakan sebagai body, jenis font ini dibuat dengan tujuan khusus, biasanya untuk menampilkan identitas suatu brand karena memiliki karakter yang unik dan mudah dikenali.

Contoh Brand yang menggunakan Script : Grab, Fanta

Share:

Mengenal Font

Pernahkah Anda bertanya-tanya font apa yang ada pada website? Apa yang membuatnya istimewa di dunia komputer, atau yang membuatnya unik antara satu sama lainnya? Mengapa beberapa orang mengklaim bahwa menulis kalimat dalam huruf miring berarti Anda menggunakan font yang berbeda dari saat Anda menulis tanpa menggunakan huruf miring?.

Memang benar font merupakan tampilan grafis daripada sebuah teks, ada sejumlah elemen berbeda yang dapat Anda gunakan untuk membangkitkan emosi tertentu dalam desain Anda. 

Tetapi, ada satu elemen penting desain yang sering diabaikan yang dapat memiliki dampak yang besar pada respons emosional audiens Anda terhadap desain Anda, dan itu adalah font. 

Terkait hal tersebut, dalam postingan kali ini akan dibahas secara lebih detail dan lengkap tentang apa itu pengertian font, langsung saja, mari kita simak ulasannya berikut.

Pengertian Font
Font adalah representasi grafis dari teks yang dapat menyertakan jenis huruf, ukuran titik, berat, warna, atau desain yang berbeda.

Program software (perangkat lunak) seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, dan WordPad memungkinkan pengguna untuk mengubah font yang digunakan saat mengetik teks dalam dokumen atau spreadsheet, seperti halnya perancang website .

Font Family
Kemudian, apa itu yang dimaksud dengan font family? Sering kali ketika Anda membeli font, Anda akan melihat penjual memberi tahu Anda bahwa mereka menawarkannya dengan family-nya lengkap!.

Kedengarannya bagus bukan? Tapi apa sebenarnya itu? Saat Anda menggunakan font biasa seperti Verdana di komputer Anda, Anda sebenarnya menggunakan family (keluarga) font.

Jika Anda mengetikkan Microsoft Word beberapa teks Anda dapat dengan mudah mengubahnya menjadi:
  • Italic (miring).
  • Bold (tebal)
  • Bold Italic (tebal miring).
Semua variasi ini adalah font yang berbeda dan bersama-sama mereka membentuk keluarga font.

Untuk contohnya sendiri, misalnya seperti family (keluarga) font “RM Sans.” RM Sans adalah keluarga yang terdiri dari beberapa font:
  • RM Sans Reguler
  • RM Sans Light
  • Extra Light RM Sans
  • RM Sans Medium
  • RM Sans Bold
  • RM Sans Extra Bold
Sejarah Font
Agar lebih memahami tentang apa itu yang dimaksud dengan font, pastinya kita juga harus mengetahui tentang sejarah awal mereka bukan?.

Secara historis, kata font, atau source, berarti sekumpulan karakter yang berbeda yang diukir dari kayu atau dibentuk dari logam cair dalam cetakan, Font pertama mungkin muncul ketika teknik pencetakan pertama dikembangkan, itu terjadi di daerah Asia Timur, di suatu tempat selama tahun 206 SM – 220 M, ketika orang-orang Cina mulai menggunakan cetakan balok kayu pada kain dan kertas.

Pada abad ke-11, Asia Timur telah melihat penemuan jenis kayu yang dapat dipindahkan, dan pada abad ke-13, Korea telah mengembangkan jenis penggerak logam.

Secara kronologis, langkah penting berikutnya adalah penemuan pencetakan tipe gerak mekanis oleh seorang ahli atau pakar bernama Johannes Gutenberg di Eropa, sekitar tahun 1450, saat itulah Gutenberg menyewa juru tulis untuk membantunya merancang dan membuat font dunia barat pertama, menurut Wikipedia, itu hanya 202 karakter, tetapi berfungsi untuk mencetak buku pertama di Eropa.

Tidak lama setelah itu, Gutenberg menciptakan font kedua dengan 300 karakter, yang dia gunakan untuk membuat Alkitab cetak pertama di dunia, ini dikenal sebagai Gutenberg Bible, atau 42-line Bible, Mazarin Bible atau B42. Terlepas dari nama yang disandangnya, itu menandai awal zaman buku cetak di Eropa dan umumnya di dunia barat.

Banyak jenis font yang dikembangkan setelah itu, tetapi periode untuk munculnya font adalah selama abad ke-20 ketika pencetakan menjadi suatu industri, dan mesin-mesin cetak industri menjadi umum, hal itu adalah periode penyebaran luas buku-buku cetak dan surat kabar, dan dengan demikian inilah waktu untuk kelahiran banyak font yang berbeda.

Akhirnya, mulai dari bagian terakhir abad ke-20, orang-orang beralih dari membaca kertas menjadi hanya membaca di layar, karena maraknya internet, membaca berita dan menemukan informasi tertulis, secara umum, telah menjadi semakin populer di komputer, tablet, smartphone, dan perangkat sejenis lainnya.

Orang-orang tidak hanya mulai memperhatikan lebih banyak seperti apa font ketika ditampilkan di layar, tetapi lebih banyak orang dari sebelumnya telah mulai membuat font.

Jadi, sekarang ini (terutama tahun 2020), mungkin hampir mustahil untuk mengetahui berapa banyak font berbeda yang ada.

Tujuan Penggunaan Font
Selain membahas tentang apa arti font dan sejarahnya, disini Kami juga akan membahas mengenai tujuan penggunaannya.

Perlu kalian ketahui bahwa fungsi utama font digunakan yaitu untuk menambah gaya ke halaman web atau dokumen.

Artinya, mereka dapat digunakan untuk mengatur atau mencocokkan “nada” dari teks berdasarkan konten, selain itu, font tertentu juga memengaruhi pembacaan tergantung pada medianya.

Komputer dan perangkat menggunakan dua metode untuk mewakili font, dalam font yang sedikit dipetakan, setiap karakter diwakili oleh susunan titik-titik.

Untuk mencetak karakter yang dipetakan sedikit, printer cukup mencari representasi karakter yang dipetakan sedikit yang tersimpan dalam memori dan mencetak titik yang sesuai.

Setiap font yang berbeda, bahkan ketika jenis hurufnya sama, memerlukan set peta bit yang berbeda.

Metode lain menggunakan sistem grafik vektor untuk mendefinisikan font. Dalam sistem grafis vektor, bentuk atau garis besar dari setiap karakter didefinisikan secara geometris.

Jenis huruf dapat ditampilkan dalam ukuran apa pun, sehingga deskripsi font tunggal benar-benar mewakili font yang tak terhitung banyaknya.

Ukuran Font Default dan Contohnya
Setelah kita mengetahui apa arti, sejarah dan tujuannya, disini Kami juga akan menjelaskan beberapa ukuran default font beserta contoh dari font-nya.

Software atau perangkat lunak yang menggunakan font, seperti perangkat lunak pengolah kata atau perangkat lunak spreadsheet, diatur dengan font dan ukuran default saat digunakan.

Di bawah ini adalah tabel daftar ukuran font default dan contoh font untuk beberapa perangkat lunak yang populer, serta pada layanan online, yang digunakan saat ini:

Software Font & Ukuran Font
  • Google Doc Arial 11
  • Google Sheet Arial 10
  • Google Gmail Sans Serif Normal
  • Microsoft Excel Calibri 11
  • Microsoft PowerPoint Calibri 24
  • Microsoft Word Calibri 11
  • Notepad Consolas 11
  • OpenOffice Calc Arial 10
  • OpenOffice Writer Times New Roman 12
  • WordPad Calibri 11

Perbedaan Font Serif dengan Sans-Serif
Mengacu pada penjelasan arti font di atas, perlu kalian ketahui terdapat 2 (dua) kategori font paling dasar, yaitu adalah “Serif” dan “Sans-Serif.”

Ekstensi kecil di tepi karakter, seperti garis horizontal di bagian bawah huruf kapital “T” disebut Serif.


Font yang menyertakan garis-garis kecil ini disebut font Serif, kata “sans” berarti “without atau tanpa,” jadi font Sans-Serif artinya tidak memiliki baris tambahan ini.

Secara umum, font Serif memiliki tampilan tradisional dan sering digunakan dalam buku cetak dan koran, Font Sans-Serif memiliki tampilan yang lebih modern dan biasanya digunakan di web.

Sebagian besar aplikasi word processor atau pengolah kata memungkinkan Anda memilih font dari menu drop-down “Font” di bilah tools (alat), Anda dapat menerapkan font ke seluruh dokumen atau ke bagian teks yang disorot.

Perbedaan Font dengan Typeface
Lalu, apa yang membedakan dari istilah kata font dengan typeface? Begini, awalnya, istilah “font” merujuk pada ukuran dan gaya spesifik jenis huruf.

Sebagai contoh misalnya, Verdana adalah jenis huruf dan Verdana 16px Bold adalah font tertentu.


Namun, dalam beberapa tahun terakhir, istilah tersebut telah digunakan secara bergantian, dengan perusahaan seperti Microsoft, Apple, dan Google semuanya menggunakan istilah “font” untuk menggambarkan jenis huruf.

Oleh karena itu, maka hal tersebut dapat diterima untuk merujuk ke jenis huruf seperti Roboto sebagai jenis font (juga), banyak penjual font mulai menggunakan kata-kata font dan typeface (jenis huruf) seolah-olah mereka dipertukarkan, ini berarti bahwa jika Anda berbelanja untuk font dan (yang) mengatakan typeface atau jenis hurufnya.

Perbedaan utama antara font dan typeface (jenis huruf) terbilang agak teknis, saran Kami pribadi agar tidak mengganggu, maka janganlah memperlakukan mereka sebagai istilah yang sama.
Kesimpulan

Baiklah, berdasarkan pembahasan dan penjelasan Pengertian Font, Apa itu Font Family? Sejarah, Tujuan Penggunaan, Ukuran Default dan Contohnya serta Perbedaannya dengan Typeface di atas, dapat kita simpulkan bahwa font adalah sekumpulan karakter teks yang dapat dicetak atau ditampilkan dalam gaya dan ukuran tertentu. Jenis desain untuk satu set font adalah typeface (jenis huruf) dan variasi desain ini membentuk family (keluarga) jenis huruf. Dengan demikian, Helvetica adalah keluarga jenis huruf, Helvetica Italic adalah typeface, dan Helvetica Italic 10px adalah font.

Dalam prakteknya, font dan typeface (jenis huruf) sering digunakan tanpa banyak ketelitian, kadang-kadang itu juga digunakan secara bergantian. Outline font adalah jenis huruf perangkat lunak yang dapat menghasilkan rentang ukuran font yang dapat diskalakan. Bitmap font adalah representasi digital dari font yang sudah diperbaiki ukurannya atau serangkaian ukuran terbatas.
Share:

Total Tayangan Halaman

+ Follow
Join on this site

with Google Friend Connect

Popular Posts

Label

Label Cloud

font (3) sablon (2)